Thursday, February 2, 2012

Pohon Berdzikir Hindarkan Global Warming


Dalam hal pemanasan global, semua orang mungkin sudah tahu bermacam penyebab dan akibat dari hal tersebut.

Jika pohon-pohon  di bumi ditebang habis-habisan hingga akhirnya bumi kekurangan penyerap karbondioksida, kemana lagi kita akan tinggal? Produsen oksigen akan berkurang drastis. Hal ini berarti makhluk yang berdzikir kepada Allah SWT semakin sedikit.
Ditambah lagi di zaman berteknologi canggih ini.
 

Kuakui, gadget yang menemaniku sehari-hari menguras waktuku dengan percuma.
Dengan demikian, tinggal menunggu waktu kiamat yang akan segera datang setelah semua makhluk tidak lagi berdzikir seperti pepohonan.
Tanamlah pohon sebanyak-banyaknya dan biarkan mereka terus menyebut nama Allah.
Dalam Al-Qur’an sudah jelas bahwa tumbuhan itu selalu berdzikir, dan terbukti jika semakin sedikit yang berdzikir kepada Allah, kehidupan dunia akan berakhir..

Anak Jangan Dibawa ke Mal!
    Saya senang bermain dengan anak kecil, dan saya sudah mengalami banyak pengalaman dengan anak-anak.
Di antara anak-anak yang saya kenal baik, saya menemukan beberapa perbedaan di antara anak-anak yang suka bermain di taman bermain, bermain dengan anak yang status sosialnya “ELIT” (Ekonomi Sulit), anak yang suka dibawa shopping oleh orang tuanya ke mal, dan banyak lagi.
     
    Berdasarkan hal-hal tersebut, saya merasa anak yang bermain dengan anak ELIT akan berkembang lebih baik, menjadi rendah hati, tidak meremehkan orang lain dan saling menghormati. Dia juga merasakan apa yang anak ELIT tersebut rasakan sehingga dia dengan senang hati membagi makanan, tempat duduk, dan juga permainan dengan anak-anak yang dia lihat tidak memiliki apa yang dia miliki.
    
    Sangat berbeda dengan anak kota yang sering dibawa oleh orang tuanya ke mal, terutama anak perempuan. Anak-anak ini sering menilai barang-barang saya, rumah-rumah orang lain, mahal atau tidak, bahkan mereka merasa jijik dengan sesuatu yang mereka lihat tidak mengenakkan hati. Saya amat sangat merasa prihatin dengan perkembangan anak ini, karena masih kecil saja sudah membanding-bandingkan barang segala sesuatu, apalagi sudah besar nanti. Dan juga dari pengalaman saya sendiri, anak yang seperti ini jarang mau membagi makanannya dengan sesamanya dan bilang, “Mana punyamu?”

Sangat kontras memang.

    Hidup adalah piihan, begitu pula dengan hal semacam ini. Kita bisa memilih ke arah mana anak kita akan berkembang. Orang tualah yang sangat berperan dalam perkembangan moral anak.
Cara menghilangkan rasa nervous atau gugup/grogi:

1.Tarik nafas yang dalam dalam hitungan 10, tahan selama dua detik dan hembuskan perlahan-lahan.


2. Pegang perut selama beberapa saat

3. Tundukkan kepala dan pikirkan bahwa hal yang membuat anda gugup adalah hal yang amat biasa untuk dihadapi.


4. Angkat kepala Anda dan lihatlah bahwa dunia ada di atas telapak tangan anda!



Here are some kinds of wearing hijaab/hijab for your daily activity..
Beberapa cara mudah memakai jilbab, pashmina, kerudung atau salendang. ^_^

Function, Structure and Example of Narrative Text

Narrative text

Social Function: to entertain the readers with the story.

Generic Structure: 1. Orientation
                             2. Complication
                             3. Resolution

Language Features:
1. The use of simple past tense
2. Focus on specific individual participant
3. The use of adverb
4. The use of mental process
5. The use of material process.

Tips:
To make an interesting story, the most important thing is the idea. You'd better make some list of important points for each paragraph. And a good title is not more than five words, no punctuation such as ! ? , . : ; _

Example of  Narrative Text:

REBELLIOUS MALIN KUNDANG

     One day, there lived an old woman with his son who was named Malin. Malin was very spoiled with his mother, nevertheless his mother never scolded him because of the love toward his son was so great. Malin very depended on his mother for everything and liked his mother to pickback him everywhere. This case was because of his father was no longer came back since he started voyage through the sea. And because there was no man who could gain money for living, Malin decided to be a seaman to gain money on a merchant ship. Knowing that Malin would leave his mother, the old woman felt so sad, but she realized that Malin's leaving was the best decision to change the family's fate.
     The day of Malin's leaving had come. And he jumped over the fence of the ship sadly, seeing his mother was still crying. But then the ship went through the ocean. But unfortunately, the ship was stuck by a huge rock and some of the crews fell into an island, and so did Malin. After that he found a daughter of a rich, who was also a merchant. He fell in love with her, and the girl was also same because Malin had a good looking. Then, they decided to marry.

     In a coincidence, Malin, his wife and his crews arrived at a seashore which Malin grew up on it. Shortly after that, the villagers who knew Malin changed into a rich man were surprised and told Malin's mother about that. But when she was coming, Malin pretended not to know her because she was very old and poor. Malin was ashamed about his mother toward his wife. Then the old woman felt so angry because the child that she brought up with her love was rebellious now. Being so angry, she cursed Malin to change into a rock! Magically, this spell was working. Malin's ship had an accident and it was broken into pieces, and Malin turned into a rock while he was asking for forgiveness to his mother. After cursing Malin, his mother felt guilty and cried on her wrinkle face.

-------




Dear readers, this story is a real folktale from West Sumatra. You can see the rock formed Malin asking for forgiveness, and the pieces of ship is available there, at the seashore of West Sumatra, Indonesia.