Anak Jangan Dibawa ke Mal!
Saya senang bermain dengan anak kecil, dan saya sudah mengalami banyak pengalaman dengan anak-anak.
Di antara anak-anak yang saya kenal baik, saya menemukan beberapa
perbedaan di antara anak-anak yang suka bermain di taman bermain,
bermain dengan anak yang status sosialnya “ELIT” (Ekonomi Sulit), anak
yang suka dibawa shopping oleh orang tuanya ke mal, dan banyak lagi.
Berdasarkan hal-hal tersebut, saya merasa anak yang bermain dengan anak
ELIT akan berkembang lebih baik, menjadi rendah hati, tidak meremehkan
orang lain dan saling menghormati. Dia juga merasakan apa yang anak ELIT
tersebut rasakan sehingga dia dengan senang hati membagi makanan,
tempat duduk, dan juga permainan dengan anak-anak yang dia lihat tidak
memiliki apa yang dia miliki.
Sangat berbeda dengan anak kota yang sering dibawa oleh orang tuanya ke
mal, terutama anak perempuan. Anak-anak ini sering menilai barang-barang
saya, rumah-rumah orang lain, mahal atau tidak, bahkan mereka merasa
jijik dengan sesuatu yang mereka lihat tidak mengenakkan hati. Saya amat
sangat merasa prihatin dengan perkembangan anak ini, karena masih kecil
saja sudah membanding-bandingkan barang segala sesuatu, apalagi sudah
besar nanti. Dan juga dari pengalaman saya sendiri, anak yang seperti
ini jarang mau membagi makanannya dengan sesamanya dan bilang, “Mana
punyamu?”
Sangat kontras memang.
Hidup adalah piihan, begitu pula dengan hal semacam ini. Kita bisa
memilih ke arah mana anak kita akan berkembang. Orang tualah yang sangat
berperan dalam perkembangan moral anak.
No comments:
Post a Comment